Beranda

“…Tour de Molvccas 2017, Etape 3 : Raja Tanjakan Taklukkan Tanjakan Mengejutkan di 2.2. Km Terakhir…”


“…Pelepasan Start Pembalap Tour de Molvccas 2017 di Maluku…” Photo By : Red.NRMnews.com

“…NRMnews.com – Wahai, Pelepasan Start pembalap Tour de Molvccas (TdM) Etape 3 dilakukan dari Pantai Gumamae, Bula, pada 20 September 2017 pukul 10.00 WIT, dibuka dengan tarian tradisional Cakalele, tarian asli asal Maluku dan sambutan meriah dari masyarakat yang tumpah ruah di Bula, Seram Timur, bahkan ada warga dengan keluarganya yang sejak pagi sudah menggelar tikar di dekat jalur start menunggu lomba dimulai.

Ke-58 pembalap dari 16 negara yang mengikuti lomba balap sepeda internasional pertama di Maluku, di etape ini menempuh jarak 153,9 km menuju garis finish di Bandara Udara Wahai dan berakhir pukul 14.14 WIT.

Bupati Seram Bagian Timur, Mukti Keliobas, kembali melepas para pembalap TdM untuk kembali berlomba. Sekali lagi Mukti Keliobas berpesan agar masyarakat tetap menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan, “…Karena saya sangat mengharapkan tahun depan, ajang ini bisa kembali diadakan dan menjadikan Bula sebagai salah satu tujuan rute. Kami akan selalu menyambut baik event-event besar semacam ini demi mengangkat daerah kami…”, tuturnya pada awak media.

Malam sebelumnya, Kabupaten Seram Timur menggelar acara megah dengan panggung spektakuler untuk menyambut para pembalap. Bupati membuat ini menjadi sebuah pesta untuk rakyat dengan menyediakan 20.000 nasi bungkus untuk warga Bula.

Tidak tanggung-tanggung, Bupati menilai ini merupakan kesempatan untuk memromosikan Kabupaten Seram Timur ke dunia luar dan untuk itu, katalog-katalog lengkap dengan gambar-gambar kawasan wisata di daerah ini disusun dalam Bahasa Inggris dan disediakan untuk para pembalap dan tamu.

Ricardo Garcia bernomor punggung 23 yang mewakili tim Kinan dari Jepang berhasil memenangkan Etape 3 ini, sekaligus mempertahankan jersey merahnya sebagai raja tanjakan.

Melaju di garis finish pada urutan kedua Sanghong Park, atlet uggulan negara Korea yang bergabung di tim LX. Urutan ketiga adalah Thomas Lebas, atlet asal Perancis yang juga bergabung di tim Kinan.

Marcus Culey berhasil mempertahankan jersey kuning dengan massa waktu paling unggul dari pembalap lain. Marcus masih dibayang-bayangi oleh dua pesaing ketatnya, Jai Crawford asal Australia dan tim Kinan, serta Jesse Ewart asal Australia dan tim 7Eleven – Roadbike Philippines.

Marcus menyatakan bahwa dirinya seharusnya bisa menang di etape ini. “…Saya sebetulnya sudah melaju di garis terdepan. Saya semangat sekali dan yakin bisa memenangkan etape ini. Tapi saat memasuki 2,2 km terakhir menjelang finish, saya kaget dengan rutenya yang ternyata banyak tanjakan tinggi-tinggi…”. Akhirnya, Marcus tersalip oleh para jagoan tanjakan.

Pembalap asal Indonesia Jamal Hibatullah dari tim KFC bernomor punggung 11 masih tetap bertahan sebagai pembalap Indonesia terbaik dalam pengumpulan kecepatan waktu, dan pesaing ketatnya, Aiman Cahyadi dari tim Sapura.

Etape 3 ini, pembalap memang awalnya disuguhi rute yang cenderung datar. Di awal keberangkatan hanya ada sedikit naik turun tapi rendah. Barulah pada saat menuju garis finish, ada lebih dari 5 tanjakan yang sangat tajam dan selama tiga etape, Ricardo Garcia adalah yang paling mampu menaklukkan tanakan-tanjakan TdM.

Cuaca sepanjang hari ini sangat bersahabat, sejuk karena mendung. Terlebih saat melalui Hutan Lindung Manusela 2, jalan berliuk-liuk tapi tetap mendatar dengan udara yang menjadi sejuk karena bersepeda di antara lindungan pepohonan.

Rute Etape 3 dimulai dari Pantai Gumamae, Bula yang belum lama direnovasi dan sudah tampak lebih rapi dan cantik, dilanjutkan Jakarta Baru, Desa Bali (Pura), lalu Desa Waitila, Air Kobi, Persimpangan Kobi Mukti, Taman Nasional Manusela, Uhai, Polsek Wahai, dan berakhir di Bandara Wahai.

Dua pembalap tidak bisa melanjutkan perjalanan yakni Cheku Mohammad Syamil asal Malaysia dari tim Sapura karena kelelahan, dan Dealton Nur Arif asal Indonesia dari tim BRCC Banyuwangi mengalami kecelakaan akibat terjatuh.

Alhasil, Etape 3 hanya 56 pembalap yang mencapai garis finish. Rata-rata pembalap mengayuh dengan kecepatan 40,29 km/jam. Pengumuman pemenang dan Upacara Penghargaan Pemenang (UPP) dilakukan di lapangan Bandara Wahai.

International Commissaire balap sepeda internasional yang diakui badan sepeda dunia UCI (Union Cycliste Internationale) dan juga Konsultan Teknis TdM, Jamaludin Mahmood, mengatakan, “…Rute yang dilalui hari ini sangat menarik karena memberikan kejutan pada akhir perjalanan, dimana tanjakan yang tinggi berkali-kali harus ditempuh oleh pembalap. Ini tentu menjadi kabar baik bagi riders yang jago melampaui tanjakan…”.

Pada Etape 4, TdM akan mengambil start di Kantor Bupati Maluku Tengah, Kabupaten pertama dan tertua di Maluku, di Ibukota Masohi, berjarak tempuh 141,5 Km. Rangkaian upacara start Etape 4 akan dimulai pukul 11.00 WIT pada tanggal 22 September 2017.

(Oleh : Red.NRMnews.com / Santi Widianti – Editor : A.Dody.R)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s